Musa Membebaskan Bangsa Israel dari Mesir - KOMIKALKITAB.COM
Pada suatu waktu di Mesir, Firaun yang kejam memerintahkan agar semua bayi laki-laki Ibrani dibuang ke Sungai Nil. Namun, seorang ibu yang penuh kasih menempatkan bayinya yang bernama Musa ke dalam keranjang dan menghanyutkannya di sungai. Putri Firaun menemukan bayi itu dan membesarkannya sebagai miliknya.
Pada saat Musa tumbuh dewasa di istana Firaun, ia mengetahui bahwa dirinya bukan orang Mesir, melainkan keturunan Ibrani. Suatu hari, ia melihat seorang mandor Mesir memukul seorang budak Ibrani, dan karena marah, Musa membunuh orang Mesir itu. Ketika perbuatannya diketahui, ia takut dan melarikan diri ke tanah Midian untuk menyelamatkan diri dari murka Firaun. Di sana ia hidup sederhana sebagai penggembala dan menikah dengan Zipora, putri imam Midian bernama Yitro.
Bertahun-tahun kemudian, saat Musa menggembalakan domba, ia melihat semak yang terbakar tetapi tidak hangus. Dari semak itu, Tuhan berbicara kepadanya dan memerintahkannya untuk kembali ke Mesir untuk memimpin umat-Nya keluar dari perbudakan.
Musa, bersama saudaranya Harun, pergi menghadap Firaun. Musa meminta Firaun untuk membiarkan umat Israel pergi, tetapi Firaun menolak dan malah membuat hidup mereka semakin sulit.
Ketika Firaun tetap keras kepala, Tuhan mulai mengirimkan tulah ke Mesir. Tulah pertama mengubah air Sungai Nil menjadi darah, menyebabkan ikan mati dan air tidak dapat diminum.
Tulah kedua adalah munculnya katak yang memenuhi setiap sudut Mesir, bahkan di rumah-rumah dan kamar tidur. Tulah ketiga debu tanah menjadi kutu atau nyamuk yang menyerang manusia dan hewan. Tukang sihir Firaun tidak bisa menirunya.
Tulah keempat Kawanan lalat memenuhi seluruh negeri, menyebabkan penderitaan besar, tetapi tanah Gosyen, tempat orang Israel tinggal, tidak terkena. Tulah kelima hewan ternak Mesir seperti kuda, lembu, unta, domba, dan keledai mati karena penyakit menular, tetapi ternak orang Israel tidak terkena. Tulah keenam debu yang dilempar Musa ke udara menjadi debu halus dan menyebabkan bisul serta luka pada manusia dan hewan.
Setelah beberapa tulah lainnya, Tuhan mengirimkan hujan es yang dahsyat yang menghancurkan tanaman dan membunuh ternak di seluruh Mesir, tetapi tidak menyentuh tanah Goshen tempat bangsa Israel tinggal.
Tulah kedelapan adalah gerombolan belalang yang menutupi seluruh tanah Mesir, memakan habis semua tanaman yang tersisa setelah hujan es, sehingga tidak ada yang hijau di seluruh negeri.
Tulah kesembilan menyelimuti seluruh Mesir dalam kegelapan pekat selama tiga hari tiga malam. Orang-orang tidak bisa melihat satu sama lain, tetapi di tempat bangsa Israel tinggal, ada terang.
Tulah Kesepuluh: Kematian Anak Sulung. Firaun tetap tidak mau melepaskan bangsa Israel, maka Tuhan mengirimkan tulah terakhir dan paling dahsyat. Pada malam itu, malaikat maut melewati Mesir dan membunuh setiap anak sulung, baik manusia maupun hewan. Bangsa Israel diperintahkan untuk mengoleskan darah domba pada tiang pintu mereka sebagai tanda agar malaikat maut melewati rumah mereka. Inilah yang kemudian dikenal sebagai Paskah.
Setelah kematian anak sulungnya, Firaun akhirnya menyerah dan memerintahkan Musa untuk membawa seluruh bangsa Israel keluar dari Mesir. Bangsa Israel pergi dengan tergesa-gesa, membawa semua harta benda mereka.
Namun, Firaun berubah pikiran dan mengejar bangsa Israel dengan pasukannya. Ketika bangsa Israel terperangkap di tepi Laut Merah, Tuhan memerintahkan Musa untuk mengangkat tongkatnya. Laut pun terbelah, membentuk jalan kering bagi mereka untuk menyeberang.
Setelah bangsa Israel aman di seberang, Musa kembali mengangkat tongkatnya, dan air Laut Merah kembali menutup. Pasukan Firaun yang mengejar di belakang mereka pun tenggelam. Demikianlah, Tuhan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.
Ibrani 11:29 (TB):
"Karena iman, mereka telah menyeberangi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering; tetapi ketika orang-orang Mesir mencobanya, mereka tenggelam"
Catatan: Beberapa bagian dari cerita ini mungkin disederhanakan dari kisah aslinya di Alkitab agar anak-anak lebih mudah memahami inti pesannya.
Dapatkan Notifikasi Terbaru
Kisah Alkitab Serupa
Perjanjian Lama