KomikAlkitab.com | Kumpulan Cerita Alkitab Bergambar untuk Anak
Bertobatnya Zakeus Si Pemungut Cukai - KOMIKALITAB.COM

Bertobatnya Zakeus Si Pemungut Cukai - KOMIKALITAB.COM


Zakeus adalah pemungut cukai yang kaya di Yerikho. Ia bertubuh pendek. Orang-orang membencinya karena ia dianggap pengkhianat yang bekerja untuk penjajah Romawi. Pemungut cukai adalah petugas yang bertugas mengumpulkan pajak dari rakyat untuk diserahkan kepada raja.



Selain dianggap berkhiatat, Zakeus juga dikenal kerap memeras uang milik orang Yahudi untuk mendapatkan keuntungan yang besar bagi dirinya. Tak satupun orang suka dengan dirinya.



Suatu hari, Zakeus mendengar bahwa Yesus datang. Ia memanjat pohon ara dengan penuh penasaran dan semangat karena ia sangat ingin melihat Yesus secara langsung yang sedang berjalan melewati kota Yerikho.



Di atas dahan pohon, Zakeus yang bertubuh pendek duduk menatap Yesus dengan wajah gembira. Yesus, yang berdiri di tengah kerumunan menengadah ke atas pohon dan memanggil nama Zakeus untuk mampir ke rumahnya.




Di dalam rumah Zakeus, Yesus duduk dan makan bersamanya, dikelilingi oleh  beberapa orang diantara mereka, sementara orang-orang lain di luar menggerutu dan bertanya, mengapa Yesus mau bertamu ke rumah pemungut cukai yang dianggap jahat.




Setelah berbincang dengan Yesus, Zakeus dengan wajah berseri-seri menyatakan penyesalannya. Dia berjanji untuk mengembalikan uang yang telah ia ambil secara tidak jujur 4 kali lipat. Yesus mendengarkan dengan senyum penuh pengampunan. Orang-orang di sekitar pun takjub menyaksikan perubahan hati Zakeus.



Tidak hanya itu, Zakeus juga berjanji akan membagikan setengah harta miliknya kepada orang miskin.



Pertemuan Zakeus dengan Yesus yang awalnya membuat orang-orang menggerutu berubah menjadi bahagia menyaksikan kejujuran dan perubahan hidup Zakeus yang baru.


1 Samuel 16:7b (TB):

"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."


Catatan: Beberapa bagian dari cerita ini mungkin disederhanakan dari kisah aslinya di Alkitab agar anak-anak lebih mudah memahami inti pesannya.

Kisah Si Kuat Simson - KOMIKALKITAB.COM

Kisah Si Kuat Simson - KOMIKALKITAB.COM


Manoah dan istrinya sangat ingin punya anak. Suatu hari, Malaikat Tuhan datang dan memberi tahu bahwa mereka akan punya anak laki-laki. Malaikat pesan agar rambut anak itu nantinya tidak boleh dipotong, karena ia akan menjadi penolong bangsa Israel.



Bayi yang dijanjikan itu lahir dan diberi nama Simson. Sesuai pesan malaikat, rambut Simson tidak pernah dipotong. Sejak kecil, Tuhan memberi Simson kekuatan luar biasa sampai bisa mengangkat benda yang sangat berat dengan mudah.



Saat dewasa, Simson pergi ke Timna. Di jalan, tiba-tiba seekor singa besar mengaum dan menyerangnya! Dengan kekuatan dari Tuhan, Simson yang pemberani menghadapi singa itu sendirian. Tanpa pedang atau alat apa pun, Simson berhasil mengalahkan singa itu dengan tangan kosong! Simson sangat hebat dan kuat karena Tuhan menyertainya.



Simson marah kepada orang Filistin yang sudah berbuat curang. Ia menangkap 300 anjing hutan, lalu mengikat ekor mereka berpasangan dengan obor menyala di tengahnya. Simson melepaskan rubah-rubah itu ke ladang gandum orang Filistin. Semua gandum yang siap panen terbakar habis! Orang Filistin sangat marah karena rugi besar.


Orang Filistin datang mengeroyok. Simson tidak takut. Ia mengambil tulang rahang keledai di tanah dan memakainya sebagai senjata. Dengan kekuatan dari Tuhan, Simson mengalahkan seribu orang musuh sendirian!



Musuh mengepung kota Gaza untuk menangkap Simson saat pagi. Tapi tengah malam, Simson bangun dan mencabut dua daun pintu gerbang kota beserta tiang-tiangnya! Ia memikul semuanya ke puncak gunung. Musuh cuma bisa melongo melihat kekuatan ajaibnya.



Simson jatuh cinta pada seorang wanita bernama Delilah. Orang Filistin memanfaatkan ini dan membayar Delilah dengan banyak uang untuk mencari tahu rahasia kekuatan Simson. Delilah pun terus-menerus bertanya dan merayu Simson agar mau membocorkan rahasianya.



Lelah karena terus dirayu, Simson akhirnya menyerah dan memberitahu Delilah bahwa kekuatannya ada pada rambutnya yang tidak pernah dipotong. Saat Simson tertidur pulas di pangkuannya, Delilah memanggil seorang pria untuk memotong semua rambut Simson. Ketika rambutnya habis, kekuatan luar biasa dari Tuhan pun pergi meninggalkan Simson. Orang Filistin dengan mudah menangkapnya.



Simson ditangkap oleh orang Filistin. Mereka menyiksanya sampai matanya buta dan merantainya. Di penjara, Simson dipaksa melakukan pekerjaan berat menggiling gandum. Musuh-musuhnya merayakan kemenangan mereka dan mengejek Simson yang lemah.



Orang Filistin membawa Simson ke kuil mereka untuk dijadikan ejekan dalam sebuah pesta besar. Sambil berdiri di antara dua pilar utama kuil, Simson berdoa meminta kekuatan untuk terakhir kalinya. Dengan kekuatan dari Tuhan, ia mendorong pilar-pilar itu sampai roboh. Seluruh kuil runtuh, menimpa Simson dan semua orang di dalamnya.


Mazmur 27:1 (TB):

"TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?"


Catatan: Beberapa bagian dari cerita ini mungkin disederhanakan dari kisah aslinya di Alkitab agar anak-anak lebih mudah memahami inti pesannya.

Yesus Memberi Makan 5.000 Orang - KOMIKALKITAB.COM

Yesus Memberi Makan 5.000 Orang - KOMIKALKITAB.COM



Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke tempat yang sunyi untuk beristirahat dan berdoa. Tetapi banyak orang melihat mereka pergi dan mengikuti Yesus.



Yesus melihat banyak orang datang. Yesus merasa kasihan kepada mereka. Ia kemudian mengajar tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang yang sakit.


Hari mulai sore dan orang-orang mulai lapar. Filipus dan Andreas khawatir karena mereka berada di tempat yang jauh dari desa. Filipus meminta Yesus menyuruh orang-orang pergi mencari makanan.



Yesus bertanya tentang makanan yang ada. Andreas menemukan seorang anak yang membawa lima roti dan dua ikan. Andreas berkata bahwa makanan itu sangat sedikit untuk orang sebanyak itu.



Yesus mengambil lima roti dan dua ikan. Ia menengadah ke langit, berdoa, dan mengucap syukur kepada Allah Bapa.


Yesus mulai membagikan roti dan ikan. Ajaibnya, makanan itu terus tersedia dan tidak habis. Para murid pun membantu membawanya kepada orang-orang.



Para murid membagikan makanan kepada semua orang. Orang-orang yang tadinya lapar menjadi senang karena mereka mendapat makanan.



Semua orang makan sampai kenyang. Ada sekitar 5.000 laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak.



Setelah semua selesai makan, Yesus meminta murid-murid mengumpulkan makanan yang tersisa agar tidak ada yang terbuang.



Para murid mengumpulkan semua sisa makanan. Ternyata masih banyak sekali roti dan ikan yang tersisa.



Ada dua belas keranjang penuh makanan yang tersisa. Semua itu berasal dari hanya lima roti dan dua ikan yang diberikan oleh seorang anak.


Mazmur 107:1 (TB):

"Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."


Catatan: Beberapa bagian dari cerita ini mungkin disederhanakan dari kisah aslinya di Alkitab agar anak-anak lebih mudah memahami inti pesannya.

Ester, Ratu yang Dipakai Tuhan - KOMIKALKITAB.COM

Ester, Ratu yang Dipakai Tuhan - KOMIKALKITAB.COM



Pada suatu hari, Raja Ahasyweros mengadakan pesta besar di istananya. Semua orang penting datang dan pesta berlangsung selama berhari-hari. Ketika pesta sudah berjalan lama, Raja meminta para pembantunya untuk memanggil Ratu Wasti. Raja ingin memperlihatkan kecantikan sang ratu kepada semua tamu. Tetapi Ratu Wasti menolak datang. Ia tidak mau tampil di depan orang banyak hanya untuk dipamerkan. Raja pun marah besar karena merasa tidak dihormati.



Karena Ratu Wasti tidak mau menuruti perintah Raja Ahasyweros, Raja jadi sedih dan marah. Para penasihat Raja memberi ide: "Bagaimana kalau kita mencari seorang Ratu baru, Raja? Kita undang gadis-gadis cantik dari seluruh negeri untuk datang ke istana!" Raja setuju dengan ide itu. Maka, para pelayan Raja pun pergi mencari gadis-gadis yang paling cantik di seluruh kerajaan.



Di Kota Susan, ada seorang gadis cantik bernama Ester. Ia tinggal bersama sepupunya, Mordekhai, yang sudah seperti ayahnya sendiri. Mordekhai sangat menyayangi Ester. Ketika Raja mencari Ratu baru, Ester termasuk salah satu gadis yang dibawa ke istana. Mordekhai berpesan pada Ester: "Jangan beri tahu siapa pun kalau kita ini orang Yahudi, ya."




Semua gadis yang terpilih, termasuk Ester, dibawa ke istana dan diserahkan kepada seorang pelayan Raja bernama Hegai, yang bertugas merawat mereka. Hegai dan semua orang di istana sangat menyukai Ester karena dia baik hati dan cantik. Ester menuruti semua nasihat Hegai.





Ketika giliran Ester menghadap Raja Ahasyweros, Raja sangat terpesona olehnya. Ester lebih cantik dan lebih baik dari semua gadis lain yang pernah dilihat Raja. Raja begitu menyukai Ester sampai ia memilih Ester untuk menjadi Ratu barunya! Raja Ahasyweros memakai mahkota kerajaan di kepala Ester dan mengadakan pesta besar untuk merayakan Ratu barunya.




Suatu hari, Mordekhai sedang duduk di gerbang istana. Ia mendengar dua penjaga istana sedang berbisik-bisik merencanakan sesuatu yang jahat. Mereka ingin menyakiti Raja Ahasyweros! Mordekhai segera memberi tahu Ratu Ester tentang rencana jahat itu. Ratu Ester lalu memberi tahu Raja, dan dua penjaga jahat itu pun dihukum.





Raja Ahasyweros punya seorang pembantu utama bernama Haman. Haman sangat penting dan berkuasa, semua orang harus membungkuk hormat padanya. Tapi Mordekhai tidak mau membungkuk pada Haman karena ia hanya mau membungkuk pada Tuhan. Haman sangat marah! Ia jadi benci pada Mordekhai dan semua orang Yahudi. Haman punya rencana jahat untuk menghabisi semua orang Yahudi di seluruh kerajaan.




Haman berhasil meyakinkan Raja untuk menandatangani surat perintah yang mengizinkan ia menghancurkan semua orang Yahudi. Ketika Mordekhai mendengar berita buruk ini, ia sangat sedih. Ia merobek pakaiannya, memakai kain karung dan abu, lalu pergi ke gerbang istana sambil menangis. Ia mengirim pesan kepada Ratu Ester: "Kamu harus pergi menghadap Raja dan memohon padanya untuk menyelamatkan bangsa kita!"




Ester awalnya takut karena tidak boleh ada yang menghadap Raja tanpa dipanggil, kecuali Raja mengulurkan tongkat emasnya. Jika tidak, ia bisa dihukum mati. Tapi Mordekhai berkata: "Mungkin ini maksud Tuhan mengapa dirimu menjadi seorang ratu, Ester!" Ester memutuskan untuk berani. Ia meminta semua orang Yahudi berpuasa bersamanya selama tiga hari, lalu ia berkata: "Jika aku harus mati, biarlah aku mati."




Ketika Ester datang menghadap Raja, Raja sangat senang melihatnya dan mengulurkan tongkat emasnya. Raja berkata: "Apa yang kamu inginkan, Ratu Ester? Sampai separuh kerajaanku pun akan kuberikan!" Ester tidak langsung menceritakan masalahnya. Ia hanya mengundang Raja dan Haman untuk makan malam bersamanya. Pada perjamuan itu, Ester mengundang mereka lagi untuk makan malam kedua kalinya esok hari. Makan malam bersama Raja dan Haman terjadi, disinilah Ester mulai menceritakan rencana Haman ke Raja.


Pada perjamuan yang kedua, Raja Ahasyweros kembali bertanya kepada Ester apa permintaannya. Kali ini, Ester berani bercerita: "Jika Raja sayang padaku dan bangsaku, tolong selamatkan kami! Ada seseorang yang berencana untuk membunuhku dan semua bangsaku, yaitu orang-orang Yahudi." Raja sangat terkejut dan bertanya siapa yang berani melakukan itu. Ester menunjuk Haman! Raja pun sangat marah dan segera memerintahkan agar Haman dihukum atas kejahatannya.



Raja Ahasyweros kemudian mengeluarkan perintah baru untuk membatalkan rencana jahat Haman. Ia bahkan memberi izin kepada Mordekhai untuk menulis surat perintah baru yang melindungi semua orang Yahudi. Orang-orang Yahudi di seluruh kerajaan sangat senang dan merayakan keselamatan mereka. Mordekhai menjadi orang yang sangat penting di istana, dan Ratu Ester telah menyelamatkan bangsanya!




Yosua 1:9 (TB):

"Kuatkan dan teguhkanlah hatimu… sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau ke mana pun engkau pergi."


Catatan: Beberapa bagian dari cerita ini mungkin disederhanakan dari kisah aslinya di Alkitab agar anak-anak lebih mudah memahami inti pesannya.




Musa Membebaskan Bangsa Israel dari Mesir - KOMIKALKITAB.COM

Musa Membebaskan Bangsa Israel dari Mesir - KOMIKALKITAB.COM


Pada suatu waktu di Mesir, Firaun yang kejam memerintahkan agar semua bayi laki-laki Ibrani dibuang ke Sungai Nil. Namun, seorang ibu yang penuh kasih menempatkan bayinya yang bernama Musa ke dalam keranjang dan menghanyutkannya di sungai. Putri Firaun menemukan bayi itu dan membesarkannya sebagai miliknya.

Daniel di Kandang Singa - KOMIKALKITAB.COM

Daniel di Kandang Singa - KOMIKALKITAB.COM


Daniel adalah seorang pria yang bijaksana dan sangat dihormati oleh Raja Darius. Raja menunjuk Daniel sebagai salah satu dari tiga pemimpin tertinggi di kerajaannya, dan Daniel menunjukkan dirinya lebih unggul dari yang lain. Karena kebijaksanaannya, raja berencana untuk mengangkat Daniel di atas seluruh kerajaan.



Para pejabat dan pemimpin lain iri pada Daniel. Mereka tidak senang dengan kebijaksanaan dan kedudukan Daniel yang tinggi, sehingga mereka mulai mencari-cari kesalahan pada Daniel agar bisa menjatuhkannya di mata raja. Namun, mereka tidak menemukan kesalahan apa pun, karena Daniel adalah orang yang setia dan jujur.



Karena tidak bisa menemukan kesalahan pada Daniel, para pejabat jahat itu menyusun rencana licik. Mereka mendekati Raja Darius dan meyakinkannya untuk membuat undang-undang baru: siapa pun yang berdoa kepada dewa atau manusia selain raja selama tiga puluh hari akan dilemparkan ke kandang singa. Raja, tanpa menyadari niat jahat di balik undang-undang itu, menyetujuinya dan membubuhkan meterai kerajaannya.



Meskipun tahu tentang undang-undang baru yang melarang berdoa kepada siapa pun kecuali raja, Daniel tetap setia kepada Allahnya. Tiga kali sehari, ia berlutut di kamar atasnya, dengan jendela terbuka menghadap Yerusalem, dan berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang selalu ia lakukan.



Para pejabat yang membenci Daniel mengintai dan melihat Daniel sedang berdoa. Mereka segera pergi kepada raja dan melaporkan bahwa Daniel tidak mematuhi undang-undang yang baru saja ditetapkan. Mereka mengingatkan raja tentang hukuman bagi pelanggar undang-undang tersebut: dilemparkan ke kandang singa.


Raja Darius sangat sedih ketika mendengar laporan itu. Ia sangat menghormati dan menyayangi Daniel. Sepanjang hari, raja berusaha mencari cara untuk menyelamatkan Daniel, tetapi undang-undang Media dan Persia tidak dapat diubah setelah dimeteraikan.



Akhirnya, dengan berat hati, raja memerintahkan agar Daniel dibawa dan dilemparkan ke dalam kandang singa. Raja berkata kepada Daniel, "Semoga Allahmu, yang selalu kausembah, menyelamatkan engkau!" Sebuah batu besar diletakkan di mulut gua dan dimeteraikan.



Malam itu, Raja Darius tidak bisa tidur. Ia tidak mau makan, dan tidak ada hiburan yang bisa membuatnya tenang. Hatinya gelisah memikirkan nasib Daniel. Ia menghabiskan malam dalam kegelisahan, berharap ada keajaiban.



Pagi-pagi sekali, saat fajar menyingsing, Raja Darius bergegas ke kandang singa. Dengan suara cemas, ia memanggil, "Daniel, hamba Allah yang hidup, apakah Allahmu, yang selalu kausembah, sanggup menyelamatkan engkau dari singa-singa itu?"


Raja Darius sangat lega saat mendengar suara Daniel dari dalam kandang singa. Daniel berkata, "Ya raja, kekallah hidup tuanku! Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk menutup mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak menyakitiku, karena aku tidak bersalah di hadapan-Nya, dan juga di hadapan tuanku, ya raja."



Raja sangat bersukacita dan memerintahkan agar Daniel segera diangkat dari kandang singa. Ketika Daniel dikeluarkan, tidak ada luka sedikit pun padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.


Kemudian, Raja Darius memerintahkan agar orang-orang yang telah menuduh Daniel dibawa dan dilemparkan ke dalam kandang singa, bersama anak-anak dan istri-istri mereka. Bahkan sebelum mereka mencapai dasar kandang, singa-singa itu menerkam mereka dan meremukkan semua tulang mereka.


Mazmur 46:2 (TB):

"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti"


Catatan: Beberapa bagian dari cerita ini mungkin disederhanakan dari kisah aslinya di Alkitab agar anak-anak lebih mudah memahami inti pesannya.